Opsi Militer pada Iran, Presiden Trump Setuju?

AMERIKA SERIKAT, KRJOGJA.com – Menteri luar negeri Amerika Serikat, pada Minggu 17 Juni 2019, mengatakan bahwa negaranya mempertimbangkan "seluruh opsi", termasuk militer, demi menanggapi eskalasi tensi regional dengan Iran.

Tapi, Mike Pompeo menambahkan bahwa Presiden Donald Trump tak menginginkan perang pecah antara kedua negara.

"Amerika Serikat mempertimbangkan berbagai opsi. Kami telah memberikan penjelasan kepada Presiden beberapa kali, dan kami akan terus memperbarui informasi kepadanya," kata Pompeo seperti dikutip dari CNN, Senin (17/6/2019).

Ketika didesak untuk mengelaborasi pernyataannya, terutama terkait potensi "opsi militer" terhadap Iran yang diutarakan tersirat, Menlu Pompeo menjawab dengan mengatakan, "AS selalu memiliki otorisasi untuk membela kepentingan Amerika."

Dalam Konstitusi AS, Pasal I memberikan Kongres (Parlemen) kekuasaan untuk menyatakan perang, sementara Presiden memperoleh kekuasaan untuk mengarahkan militer berdasarkan Pasal II.

Namun, dalam hal itu, Kongres dan Presiden kerap tidak satu suara, seperti pada operasi militer AS melawan ISIS dimana Kongres tidak pernah memberikan suara penuh untuk mengotorisasi perang tersebut.

Di sisi lain, Pompeo sendiri mengatakan bahwa "Presiden Trump telah melakukan segala yang dia bisa untuk menghindari perang, kita tidak ingin perang."

Ia menambahkan, "Kami telah melakukan apa yang kami bisa untuk mencegah itu. Orang-orang Iran harus memahami dengan sangat jelas hal itu, (tapi) kami akan terus mengambil tindakan yang menghalangi Iran untuk terlibat dalam perilaku semacam ini."(*)

BERITA REKOMENDASI