Otoritas Singapura Tahan Wanita atas Tuduhan Radikalisme

Editor: Ivan Aditya

SINGAPURA, KRJOGJA.com – Singapura menahan warga perempuan pertama atas tuduhan radikalisme di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri. Kementerian Dalam Negeri Singapura melaporkan, perempuan bernama Syaikhah Izzah Zahrah Al Ansari itu ditahan pada awal Juni.

Menurut Kemdagri Singapura, Izzah mulai terpapar radikalisme sejak 2013 lalu melalui propaganda di internet yang berkaitan dengan kelompok militan ISIS. "Ia mulai percaya bahwa ISIS mewakili semangat Islam yang sesungguhnya. Radikalisasi di dalam dirinya semakin dalam sejak saat itu," demikian pernyataan Kemdagri Singapura.

Izzah dapat terjerumus dalam jaringan internet ini karena mengenal sejumlah kontak yang mendukung ISIS. Beberapa dari kenalan Izzah itu bahkan dilaporkan sudah tewas di Suriah.

Setelah setahun terjerat dalam jaringan tersebut, Izzah kemudian mulai secara aktif mengunggah materi pro-ISIS di internet. Sejumlah akun sosial media Izzah sudah dihapus, tapi ia kemudian membuat profil baru.

Tak hanya menyebarkan propaganda tersebut, Izzah juga dilaporkan sudah berencana hijrah ke Suriah bersama anaknya untuk bergabung dengan ISIS. (*)

BERITA REKOMENDASI