Pakai Sistem Baru, 3 Pilot Jajal Terbangkan 737 Max 8

SEATTLE, KRJOGJA.com – Pilot dari tiga maskapai di Amerika Serikat (AS) menerbangkan pesawat Boeing 737 Max untuk menguji perubahan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Boeing ke sistem terbarunya pada Sabtu lalu.

Perubahan itu untuk mengurangi kemungkinan memicu Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS, yang diyakini telah memainkan peran dalam kecelakaan Lion Air pada Oktober. Administrasi Penerbangan Federal mengatakan ada kesamaan antara kecelakaan pesawat Lion Air dengan kecelakaan 737 Max awal bulan ini di Ethiopia.

Menurut beberapa sumber, pilot dan pejabat pelatihan dari Southwest Airlines, American Airlines, dan United Airlines bertemu dengan pejabat Boeing untuk meninjau perubahan perangkat lunak di wilayah Seattle, tempat 737 Max dirakit.

Pada pertemuan tersebut, pilot dari tiga maskapai penerbangan Amerika dan dua maskapai kecil non-AS, menjalankan penerbangan simulasi yang dirancang untuk meniru situasi yang menyebabkan penerbangan Lion Air di Indonesia tahun lalu, menggunakan perangkat lunak saat ini dan yang diperbarui.

“Setiap pilot yang menggunakan simulator penerbangan mendaratkan pesawat dengan selamat, kata orang itu,” seperti dilansir dari CNN Politics, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Dalam simulasi dengan perangkat lunak MCAS, pilot menggunakan prosedur yang ada untuk menonaktifkan sistem. Sementara penerbangan menggunakan perangkat lunak baru membutuhkan lebih sedikit intervensi dari pilot.

Perangkat lunak yang diperbarui dan dirancang oleh Boeing menggunakan input dari dua sensor di hidung pesawat dan dirancang untuk tidak memicu sistem MCAS berulang kali, yang diyakini telah membuat hidung pesawat Lion Air turun begitu tajam sehingga upaya pilot untuk mengendalikan pesawat itu sia-sia.

Dalam keterangannya, Boeing menyebut bahwa mereka telah mengundang lebih dari 200 pilot dan teknisi, serta regulator, ke sesi informasi di fasilitas produksi perusahaan di Renton, Washington.

"Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk berbagi rincian lebih lanjut tentang rencana kami untuk mendukung pengembalian 737 Max yang aman ke layanan komersial. Kami memiliki sesi produktif pada Sabtu lalu dan berencana untuk menjangkau semua operator Max saat ini dan di masa mendatang serta regulator rumah mereka. Pada saat yang sama, kami terus bekerja sama dengan pelanggan dan regulator kami tentang pembaruan peranti lunak dan pelatihan untuk 737 Max," kata Boeing.

Namun, FAA menolak memberikan komentar dari hasil pengujian tersebut. FAA tidak akan mengizinkan lusinan 737 MAX pesawat yang diterbangkannya kembali ke udara sampai mengetahui lebih banyak tentang penyebab kecelakaan Air Ethiopia. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI