Palestina Ajukan Bukti Kejahatan Perang Israel

Editor: Ivan Aditya

PALESTINA, KRJOGJA.com – Empat kelompok HAM Palestina telah mengirimkan sebuah pemberitahuan setebal 700 halaman ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC). Mereka menuduh pejabat tinggi Israel terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut mendesak Jaksa Penuntut ICC Fatou Bensouda untuk segera membuka penyelidikan penuh atas situasi di wilayah Palestina yang diduduki. Ini adalah langkah penting untuk mengakhiri budaya impunitas yang telah lama berlaku terkait dengan kejahatan Israel. Mereka juga meminta ICC untuk menahan pejabat politik dan militer tingkat tinggi Israel yang bertanggung jawab.

Kelompok yang mengajukan berkas tersebut adalah al-Haq, Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan, Pusat Hak Asasi Manusia Palestina dan Asosiasi Aldameer untuk Hak Asasi Manusia. Semuanya berbasis di wilayah pendudukan.

"Pemberitahuan ini, yang didasarkan pada informasi faktual yang dikumpulkan oleh keempat organisasi tersebut, mencakup kejahatan berikut terhadap kemanusiaan sesuai dengan Statuta Roma: pembunuhan, deportasi atau pemindahan populasi, penganiayaan, apartheid," ujar seorang perwakilan al-Haq.

Perwakilan tersebut juga mengatakan bahwa arsip tersebut termasuk bukti kejahatan perang seperti pembunuhan yang disengaja, perusakan dan perampasan harta benda, pemindahan atau pemindahan yang tidak sah. Kejahatan lainnya adalah pemindahan penduduk sipil ke wilayah pendudukan oleh pasukan pendudukan, penjarahan sebuah kota atau tempat, atau merebut harta milik musuh. (*)

BERITA REKOMENDASI