Palestina Tarik Dubes dari Uni Emirat Arab

Editor: Ivan Aditya

PALESTINA, KRJOGJA.com – Palestina mengumumkan penarikan duta besarnya di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai bentuk protes atas kesepakatan damai antara UEA dengan Israel. Menteri luar negeri Palestina, Riyad Al-Maliki mengatakan penarikan tersebut merupakan permintaan Presiden Mahmod Abbas.

“Atas permintaan Presiden Mahmoud Abbas, kementerian luar negeri Palestina telah memutuskan untuk segera menarik duta besarnya di Uni Emirat Arab,” ujar Riyad.

Palestina dengan keras menolak kesepakatan itu dan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka termasuk klaim mereka atas Yerusalem sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

“Ini adalah hari hitam dalam sejarah Palestina. Kesepakatan ini sangat berbeda dengan konsensus Arab. Rakyat Palestina tidak mengizinkan siapa pun memberikan konsesi kepada Israel dengan imbalan apapun,” ujar anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Ahmad Majdalani.

Selain Palestina, kesepakatan tersebut juga mendapat penolakan dari Hamas. Sumber mengatakan setelah pengumuman kesepakatan UEA-Israel, Mahmoud dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh melalukan pembicaraan di tengah ketegangan antara kedua kubu. “Semua faksi Palestina bersatu untuk menolak normalisasi (dengan Israel,” kata sumber itu. (*)

BERITA REKOMENDASI