Parlemen Jepang Setujui Kaisar Akihito Turun Tahta

Editor: Ivan Aditya

JEPANG, KRJOGJA.com –  Akhirnya parlemen Jepang mensahkan rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan Kaisar Akihito mengundurkan diri dan menurunkan tahtanya kepada putra pertamanya. Dalam UU baru tersebut, untuk pertama kalinya dalam dua abad terakhir, Kaisar Jepang diijinkann turun tahta. UU ini dibuat agar proses turun tahta Kaisar Akihito yang saat ini berusia 84 tahun tak melanggar konstitusi.

Sejak tahun lalu, Akihito telah menyatakan ingin segera melepaskan tahtanya karena merasa usia dan fisiknya dapat menghambat tugas kekaisaran. Dengan disetujuinya UU Turun Tahta tersebut, Akihito akan segera mendelegasikan tahtanya kepada putranya, Naruhito yang saat ini berusia 56 tahun. Sesuai dengan UU baru, proses turun tahta harus segera dituntaskan dalam waktu tiga tahun.

Sementara ini, jadwal yang beredar menyebutkan bahwa Akihito ingin turun tahta pada akhir 2018 saat dia genap berusia 85 tahun dan juga menandai 30 tahun lamanya dia menjadi Kaisar Jepang. Jadwal ini masih tentatif sehingga pelaksanaan turun tahta bisa lebih cepat, atau bahkan bisa lebih lambat.

Yang jelas, prosesnyya tak boleh lebih dari tiga tahun sejak UU disahkan. Ini artinya, sesuai konstitusi, Akihito paling lambat turun tahta pada Juni 2020.

Akan tetapi, Akihito akan melakukan proses turun tahta sebelum Juni 2020 karena selama ini dirinya memang ingin segera lepas dari tugas kekaisaran. (*)

BERITA REKOMENDASI