Pasien Virus Korona COVID-19 di Spanyol Sembuh Berkat Obat HIV

Editor: Agus Sigit

SAMPAI saat ini vaksin untuk mengatasi virus Korona COVID-19 memang masih belum ditemukan. Oleh karena itu, pasien yang terdampak virus korona pun hanya diisolasi agar tidak menularkan ke orang lain.

Namun, seorang pasien COVID-19 di Spanyol dikabarkan sembuh setelah diobati dengan obat untuk HIV. Adalah Miguel Angel Benitez, seorang pria 62 tahun di Spanyol yang disebutkan sebelumnya dirawat di rumah sakit Virgen del Rocio Hospital, Seville, Spanyol karena terinfeksi virus korona COVID-19.

Seperti diwarta Thesun, Jumat (6/32/2020) kondisi Miguel disebutkan telah pulih setelah diberi obat antiretroviral lopinavir-ritonavir, yang dijual dengan merek bernama Kaletra. Obat ini sendiri diketahui biasanya digunakan terhadap pasien HIV.

Selain memberikan obat antiretroviral lopinavir-ritonavir yang biasa diberikan kepada pasien HIV, para dokter juga memberikan injeksi kepada Miguel. Injeksi dengan beta interferon, protein yang mengurangi peradangan.

Obat ini, dikenal sebagai obat rotease inhibitor, yang mana fungsinya untuk menghentikan virus berkembang biak di dalam darah.

Kepala penyakit infeksi Rumah Sakit Ramon y Cajal di Madrid, Santiago Moreno mengatakan bahwa virus korona ini kurang lebih sama dengan virus HIV.

“Enzim ini sangat penting untuk ditiru oleh virus. Kombinasi lopinavir dan ritonavir menghambat virus HIV. Sejauh ini, hasil yang kami dapatkan untuk melawan virus korona dengan obat ini sangat menggembirakan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Simon Clarke, Profesor di Cellular Microbiology, Reading University, mengatakan bahwa obat-obatan yang digunakan di Rumah Sakit Virgen del Rocio Hospital tersebut tersedia dan bekerja untuk menghentikan penggandaan virus.

“Ini berpotensi sebagai perawatan yang baik. Tetapi tanpa adanya uji coba terkontrol, kami tidak tahu apakah orang-orang ini akan pulih juga,” kata dia.

“Ada contoh obat yang mengobati infeksi virus lainnya, ketika orang mulai berbicara tentang virus, mereka sering berbicara tentang HIV karena itu yang paling penting. Tetapi sudah digunakan pada pasien penyakit lain, contohnya pasien Hepatitis,” jelas Simon.

Wabah virus korona COVID-19 sendiri, hingga berita ini dilansir telah menginfeksi sekitar 96 ribu orang di seluruh dunia dan menelan korban jiwa kurang lebih sebanyak 3.300 orang.

BERITA TERKAIT