Pasukan Oposisi Suriah Tinggalkan Aleppo

Editor: Ivan Aditya

DAMASKUS (KRjogja.com) – Gelombang kedua rombongan para pemberontak beserta keluarganya meninggalkan benteng terakhir mereka di Kota Aleppo, Suriah utara. Gelombang pertama rombongan sudah tiba di Rashidien, yaitu wilayah pedesaan sebelah barat Aleppo, jumlah mereka yang berpindah dari Aleppo dalam gelombang pertama tercatat 1.150 orang.

Evakuasi para pemberontak dan warga sipil akan terus berlangsung sepanjang malam sampai selesai. Berdasarkan kesepakatan yang diperantarai Rusia dan Turki, jumlah orang yang siap dievakuasi dari Aleppo diperkirakan mencapai 15.000, termasuk 4.000 pemberontak.

Bus-bus pembawa para pemberontak mulai berangkat meninggalkan Aleppo timur. Proses evakuasi hanya diawasi oleh Komite Internasional Palang Merah dan tanpa kehadiran staf Perserikatan Bangsa-bangsa, menurut laporan televisi pemerintah. Bus-bus tersebut berangkat melalui jalan Ramouseh, yaitu jalur utama pemerintah menuju Aleppo. Jalur internasional sudah sekian lama ditutup karena pemberontak mengendalikan beberapa bagian jalur.

Mobil-mobil ambulans yang mengangkut orang-orang sakit dan cedera juga terlihat berangkat bersama-sama dengan rombongan bus. Rusia dan Suriah menyatakan bertanggung jawab mengamankan iring-iringan pemberontak keluar dari Aleppo.

Menurut kesepakatan, para pemberontak harus menyerahkan persenjataan mereka, kecuali senjata pribadi. Televisi pemerintah mengatakan pasukan Suriah sudah menyita simpanan persenjataan di Aleppo timur, termasuk dua juta peluru meriam, 2.000 peluru kendali Grad serta persenjataan berat lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI