PBB akan Perluas Sanksi Korut

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Dewan Keamanan (DK) PBB memperluas sanksi terhadap Korea Utara (Korut) setelah melakukan uji coba rudal secara kontinu. DK PBB mengadopsi resolusi pertama yang disepakati oleh Amerika Serikat (AS) dan satu-satunya sekutu utama Pyongyang, China, sejak Presiden Donald Trump mulai menjabat.

Pemerintahan Trump telah menekan China secara agresif untuk mengendalikan tetangganya yang tertutup. AS memberikan memperingatkan bahwa semua opsi ada di meja jika Pyongyang bertahan dengan program pengembangan nuklir dan misilnya.

AS telah berjuang untuk memperlambat program-program tersebut, yang telah menjadi prioritas keamanan membuat Pyongyang bersumpah untuk mengembangkan rudal nuklir dengan kemampuan mencapai daratan AS. "Amerika Serikat akan terus mencari resolusi damai dan diplomatik untuk situasi ini," Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

Menambahkan nama ke daftar hitam PBB, yang berujung pada larangan perjalanan dan pembekuan aset global, adalah sanksi minimum yang dapat dilakukan oleh DK PBB. Penjatuhan sanksi ini terjadi setelah lima minggu perundingan antara Washington dan Beijing. (*)

BERITA REKOMENDASI