PBB Bentuk Tim untuk Tuntut Myanmar

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk panel baru untuk mengumpulkan bukti pelanggaran HAM termasuk genosida yang dilakukan Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya.  Bukti-bukti tersebut dikumpulkan panelis guna mempersiapkan tuntutan bagi Myanmar di masa depan.

Dari 47 anggota Dewan HAM PBB, sebanyak 35 negara mendukung pembentukan panelis itu, sementara tiga suara menolak dan tujuh lainnya memilih abstain. China, Filipina, dan Burundi merupakan tiga negara yang menolak resolusi yang digagas Uni Eropa dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tersebut.

"Resolusi itu menetapkan sebuah badan yang memiliki kewenangan untuk mengumpulkan, mengkonsolidasi, melestarikan, serta menganalisasi pelanggaran hukum yang dilakukan Myanmar sejak 2011 lalu. Badan itu juga berguna untuk menyiapkan dokumen guna memfasilitasi dan mempercepat proses peradilan yang adil dan independen," bunyi resolusi itu.

Sementara itu, Duta Besar Myanmar di Jenewa, Kyaw Moe Tun, mengatakan resolusi itu didasarkan pada laporan tim pencari fakta PBB yang telah lebih dulu ditolak negaranya lantaran dinilai tidak seimbang dan mendorong perpecahan. Moe Tun menegaskan tuntutan dan bahasa yang tertuang dalam resolusi itu sama sekali tidak akan berkontribusi menemukan jalan keluar yang berkelanjutan terhadap situasi sulit yang tengah dihadapi negaranya, terutama di negara bagian Rakhine. (*)

BERITA REKOMENDASI