PBB Desak Amerika Hentikan Pembunuhan Warga Kulit Hitam

Editor: KRjogja/Gus

NEW YORK, KRJOGJA.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Michelle Bachelet, mengutuk pembunuhan George Floyd (46), warga Afrika-Amerika yang tewas di tangan polisi Minneapolis, Derek Chauvin, Senin (25/5/2020) lalu.

Diketahui, Floyd harus meregang nyawa karena lehernya ditekan menggunakan lutut Chauvin. Ia sempat berkata dirinya tak bisa bernapas dan memohon Chauvin untuk mengangkat lutut. Sayang, selama beberapa menit, Floyd tewas karena kehabisan napas.

Kematian tersebut memicu protes besar-besaran di Amerika yang juga sedang menghadapi pandemi virus korona. Kurang lebih ada 30 kota yang penuh dengan massa pembela Floyd. Mereka cukup muak dengan kasus rasialisme yang selalu melanda Amerika sejak dulu.

Menurut Bachelet, kematian Floyd menambah daftar panjang pembunuhan terhadap orang-orang Afrika-Amerika yang tidak bersenjata oleh polisi AS dan anggota masyarakat.

“Saya kecewa harus menambahkan nama George Floyd ke nama Breonna Taylor, Eric Garner, Michael Brown dan banyak orang Afrika Amerika yang tidak bersenjata lainnya yang telah meninggal selama bertahun-tahun di tangan polisi, serta orang-orang seperti Ahmaud Arbery dan Trayvon Martin yang dibunuh oleh anggota masyarakat bersenjata,” kata Bachelet dalam sebuah pernyataan, Jumat (28/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa pihak berwenang di Amerika Serikat harus mengambil tindakan serius untuk menghentikan pembunuhan seperti itu, dan untuk memastikan bahwa keadilan dilakukan ketika hal itu terjadi.

“Prosedur harus diubah, sistem pencegahan harus diberlakukan dan di atas semua petugas polisi yang menggunakan kekuatan berlebihan, harus dituntut dan dihukum karena kejahatan yang dilakukan,” desaknya.

Pembunuhan itu memicu protes keras di kota terbesar di Minnesota, dengan ratusan demonstran bentrok dengan polisi yang mengenakan pakaian anti huru hara. Bahkan, banyak selebriti yang turut menyuarakan agar Amerika harus menyudahi rasisme yang kerap terjadi.

Bachelet berempati dengan kemarahan yang dilepaskan oleh pembunuhan Floyd, namun ia meminta massa untuk protes secara damai. Sebab, kerusuhan tak akan menghentikan polisi untuk tidak bertindak brutal.

“Kekerasan dan perusakan properti tidak akan menyelesaikan masalah kebrutalan polisi dan diskriminasi abadi,” katanya.

“Saya mendesak para pemrotes untuk mengekspresikan tuntutan mereka akan keadilan secara damai dan saya mendesak polisi untuk berhati-hati agar tidak meningkatkan situasi saat ini bahkan lebih lagi dengan menggunakan kekuatan berlebihan lebih lanjut,” simpulnya. (R-1)

 

PBB

BERITA REKOMENDASI