PBB Gelar Bahas Keputusan Sepihak Trump

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menggelar sesi darurat untuk membahas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Rapat darurat digagas oleh delapan negara anggota yakni Perancis, Inggris, Italia, Bolivia, Mesir, Swedia, Senegal, dan Uruguay. Pertemuan itu dilaporkan akan dilaksanakan pada sekitar 10.00 waktu New York, AS.

"PBB telah memberikan status legal dan politik, di mana DK PBB telah menyerukan semua negara untuk menghormati keputusan itu. Karena itu kami percaya DK PBB harus menangani masalah ini dengan segera," tutur Wakil Duta Besar Swedia untuk PBB, Carl Skau.

Tak hanya rapat darurat, kedelapan negara juga meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membuka pertemuan hari ini. Guterres sebelumnya telah mengecam keputusan Trump dengan mengatakan bahwa PBB menentang segala langkah unilateral terkait perubahan status Yerusalem.

Dia mengatakan sengketa status Yerusalem, yang selama ini diklaim Israel dan Palestina sebagai ibu kota, hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi langsung antara kedua negara.

"Saat ini, di mana kegelisihan merundung kita, saya ingin menegaskan bahwa tidak ada alternatif lain selain solusi dua negara. Tidak ada rencana B. Saya akan melakukan segalanya untuk mendukung Palestina dan Israel kembali ke jalur perundingan yang semestinya," kata Guterres. (*)

BERITA REKOMENDASI