PBB Peringatkan Myanmar

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah negara Barat termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa ramai-ramai mendesak Myanmar mematuhi nilai-nilai demokrasi menyusul polemik hasil pemilihan umum November lalu.

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan besar atas perkembangan yang terjadi di Myanmar baru-baru ini terkait proses pemilu.

“Sekjen PBB mendesak semua aktor untuk menghentikan segala bentuk hasutan atau provokasi, menunjukkan kepemimpinan, dan mematuhi norma-norma demokrasi, dan menghormati hasil pemilu,” kata Dujarric.

Desakan itu muncul setelah militer Myanmar menganggap ada kecurangan dalam proses pemilu dan bersumpah akan mengambil tindakan jika tuntutan mereka tak dipenuhi Komisi Pemilihan Umum. Militer Myanmar terus mendesak verifikasi daftar pemilih setelah menuduh ada ketidakberesan selama proses pemilu. (*)

PBB

BERITA REKOMENDASI