PBB Perpanjang Penyelidikan di Myanmar

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk memperpanjang masa penyelidikan dugaan kekerasan di Myanmar, terutama di negara bagian Rakhine, di mana militer dilaporkan terus menganiaya kaum minoritas Muslim Rohingya. Keputusan ini disahkan setelah dewan hak asasi manusia PBB mengadopsi resolusi yang diajukan oleh Uni Eropa.

Resolusi itu menyerukan agar misi pencari fakta internasional diberikan enam bulan waktu tambahan, hingga September tahun depan. "Kami harap pemerintah akan melihat keuntungan dari bekerja sama," ujar Duta Besar Estonia untuk PBB, Andre Pung.

Duta Besar Myanmar untuk PBB, Hau Khan Sum, pun menolak resolusi ini. Ia meyakini, adanya misi pencari fakta tidak akan membantu dan kontra-produktif dengan upaya kami untuk mencapai rekonsiliasi nasional. (*)

BERITA REKOMENDASI