PBB Serukan Dunia Embargo Senjata untuk Myanmar

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Myanmar mengecam laporan Persekitaran Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan para pemimpin dunia untuk melakukan embargo senjata ke militer negara itu. PBB juga mendesak para pemimpin dunia untuk memutus hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang berbisnis dengan militer Myanmar.

Atas laporan itu, Kementerian Luar Negeri Myanmar menyebut PBB telah melampaui kewenangannya. "Pemerintah Myanmar dengan tegas menolak laporan terbaru dan kesimpulannya," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Embargo penjualan senjata dilakukan di tengah krisis kemanusiaan atas etnis minoritas Rohingya yang terus berlangsung. Tim pencari fakta PBB untuk Myanmar mengungkapkan sekitar tujuh negara Eropa dan Asia masih memasok senjata kepada militer Myanmar.

Menurut laporan itu, transaksi senjata ke Myanmar ini dilakukan oleh setidaknya 14 perusahaan dari ketujuh negara tersebut. Sebanyak 12 dari 14 perusahaan itu merupakan perusahaan pelat merah. (*)

BERITA REKOMENDASI