PBB Tuding China Hukum Mati Akademisi Uighur

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Sekelompok pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuding pengadilan China diam-diam telah mengadili dan memvonis hukuman mati seorang ahli geografi etnis Uighur, Tashpolat Tiyip.

Melalui pernyataan yang dirilis PBB sekelompok pelapor khusus itu menuturkan keprihatinannya terhadap ketidakjelasan terkait dakwaan dan proses hukum yang dihadapi Tiyip.

Menurut laporan lembaga pemantau hak asasi manusia, Amnesty International, Tiyip ditahan aparat keamanan China karena tuduhan separatisme pada 2017 lalu. Sejak itu, Tiyip disebut menghadapi pengadilan yang tertutup dan sangat tidak adil.

Kelompok pemantau hak asasi manusia itu bahkan menduga Tiyip telah dihilangkan secara paksa karena sangat sedikit informasi yang tersedia terkait keadaannya saat ini.

PBB mendesak China untuk mengklarifikasi keberadaan dan keadaan terbaru Tiyip dan mengizinkan pihak keluarga untuk mengunjunginya di penjara. (*)

PBB

BERITA REKOMENDASI