PBB Ungkap Amerika Pemasok Senjata Perang Yaman

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan negara-negara Barat melanggengkan perang di Yaman selama enam tahun terakhir karena memasok senjata. Mereka juga melanggar hukum internasional.

Di tahun ketiga selama berturut-turut, panel ahli yang ditunjuk PBB menemukan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

Pihak-pihak tersebut termasuk pemerintah Yaman, Houthi yang berpihak pada Iran, Dewan Transisi Selatan yang didukung Emirat, dan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi.

“Yaman tetap menjadi tanah yang tersiksa, dengan rakyatnya yang dirusak dengan cara yang seharusnya mengejutkan hati nurani umat manusia,” ujar Ketua Panel, Kamel Jendoubi.

Perang Houthi yang menguasai ibu kota pada 2014 dan koalisi negara-negara Arab untuk menggulingkan pemberontak telah menciptakan sesuatu yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Laporan yang mencakup pelanggaran dari Juni 2019 hingga Juni 2020 mendokumentasikan empat serangan udara koalisi atau serangkaian serangan udara.

Laporan itu juga menyebut Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Inggris Raya, dan Iran berperan atas dukungan mereka kepada pihak-pihak yang berkonflik termasuk melalui transfer senjata, sehingga membantu melanggengkan konflik. (*)

BERITA REKOMENDASI