Pejabat Senior KPU Kenya Mundur, Ini Alasannya

NAIROBI, KRJOGJA.com – Kisruh penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) di Kenya tak kunjung mereda. Kali ini, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Roselyn Akombe, mengundurkan diri dari jabatannya. Akombe menuding tidak adanya kesatuan hati dari delapan anggota komisi dan sekretariat sebagai penyebab pengunduran dirinya.

“Komisi saat ini sudah menjadi pihak yang terlibat dalam krisis. Komisi sedang dikepung. Pemilu, sebagaimana yang sudah direncanakan, sudah kehilangan kredibilitas,” tuding Akombe dalam pernyataan resminya, mengutip dari Reuters, Rabu (18/10/2017).

Sebagaimana diberitakan, hasil pemilu Kenya yang memenangkan Presiden petahana Uhuru Kenyatta dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Pemilu yang digelar Agustus 2017 itu dinyatakan tidak sah. Sebab, berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, terjadi kecurangan yang dilakukan oleh KPU.

MA lantas memerintahkan pemilu ulang saat menganulir hasil pada 1 September. Salah satu syarat yang diminta MA dalam pelaksanaan pemilu ulang adalah penggantian personel KPU dan harus diselenggarakan selambat-lambatnya 60 hari terhitung dari 1 September.

KPU merespons dengan cepat dengan mengumumkan pemilu ulang pada 17 Oktober. Namun, pemilu ulang gagal terlaksana. Salah satu calon, Raila Odinga, bahkan menarik diri seraya mengatakan KPU tidak melaksanakan reformasi sebagaimana yang dimandatkan oposisi serta MA. (*)

BERITA REKOMENDASI