Pelajar SMA di Abu Dhabi Kepincut Wayang Jawa

Editor: KRjogja/Gus

ABU DHABI (KRjogja.com) – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) tertarik mempelajari aneka tokoh pewayangan yang diadakan di Museum Louvre Abu Dhabi pada Kamis (1/2). Siswa dan siswi tersebut sangat antusias mempelajari kebudayaan Jawa yang masih asing dan minim di negaranya tersebut.

"Mereka senang karena baru pertama ada budaya Jawa di Abu Dhabi, " ujar Ketua Delegasi Budaya Kraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi kepada KR. 

GKR Mangkubumi mengatakan delegasi seni dan budaya Kraton Yogyakarta berkesempatan memberikan workshop tentang wayang di Museum Louvre Abu Dhabi. Workshop tersebut menjadi peluang emas sekaligus pintu masuk untuk lebih mengenalkan budaya Jawa khususnya seni pertunjukan Kraton Yogyakarta lebih mendunia, khususnya ke negara-negara Timur Tengah lainnya yang memang masih minim.

"Sebelum kami mementaskan tari-tarian klasik gaya Kraton Yogyakarta, kami memang diminta untuk mengisi workshop terkait budaya Jawa. Selain mengenalkan tarian klasik, tentu kami juga mengenalkan tentang wayang yang disesuaikan dengan peserta worshopnya, " kata Putri Sulung Raja Kraton Yogyakarta ini.

Produser dan Kurator Pertunjukan Seni Asia di Eropa Robert van den Bos yang menjadi salah satu pemateri dalam workshop wayang tersebut mengaku pengenalan budaya Jawa ini harus bisa dirintis dengan berbagai upaya. Tidak terkecuali dalam ajang seni pertunjukan Internasional yang diadakan di Museum Louvre Abu Dhabi menjadi pintu masuk untuk mengenal kekayaan dan keunikan budaya Jawa.

"Kali ini saya mengenalkan tentang tokoh-tokoh pewayangan di Jawa yaitu Punokawan. Tokoh-tokoh ini saya gambar dan dibagikan kepada peserta workshop untuk dikreasikan menjadi wayang," ungkap Robert yang dibantu tim delegasi penari Kraton Yogyakarta memberikan materi workshop kepada 33 pelajar SMA di Abu Dhabi tersebut.

Robert menambahkan Museum Louvre Abu Dhabi yang baru dibuka November 2017 lalu ini terbuka bagi masyarakat umum yang ingin seni dan budaya dari berbagai belahan dunia mulai dari tingkat pemula hingga profesional. Pihaknya mengharapkan dengan  membawa seni pertunjukan dari Kraton Yogyakarta yang mewakili Asia ini bisa memperkenalkan budaya Asia ke berbagai negara di Timur Tingah. 
Selanjutnya, apabila sudah tertarik, mereka bisa mengundang guru-guru kesenian dan kebudayaan dari DIY agar budaya dari Kraton Yogyakarta bisa terus berkembang dan dikenal masyarakat dunia.  (Ira) 

 

BERITA REKOMENDASI