Pelayanan Terbaik Fokus Petugas Haji

Editor: KRjogja/Gus

MADINAH, KRJOGJA.com – Hingga akhir kedatangan jemaah haji Gelombang II di Madinah, sejumlah permasalahan sempat ditemukan. Hanya saja hal tersebut tidak terlalu berarti dan dapat diselesaikan sesegera mungkin demi kepuasan dengan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.

"Ada kendala tapi tidak berarti. Malahan yang dilakukan petugas sudah sangat baik untuk melayani jemaah. Misal saja protap pelayanan jemaah untuk pengantaran bagasi hanya sampai lobi. Tapi dalam praktiknya malah di antar sampai kamar hotel," jelas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag RI Nizar Ali sela melakukan visitasi di lima sektor Madinah serta Sektor Khusus Nabawi, Sabtu (20/7).

Turut dalam rombongan, Direktur Pengelolaan Keuangan Haji Maman Saefulloh, Kabid Akomodasi Rudi Ambari serta Kadaker Madinah Akhmad Jauhari. Dari sisi bimbingan ibadah (Bimbad) menurut Nizar juga sudah efektif. Pelayanan bimbingan ibadah sudah dilakukan dua kali dalam sehari. Hal tersebut penting guna memberikan pencerahan serta sosialisasi tentang operasional haji. Harapannya saat puncak haji nanti tidak ada kendala yang dihadapi jemaah.

"Khusus untuk jemaah resiko tinggi (risti) dan lansia tiap tahun ada kerjasama dengan tenaga kesehatan yang diharapkan dapat terus mengawal. Untuk pelayanan tidak ada persoalan karena semua sudah diperhitungkan," sambungnya.

Menurut Nizar untuk musim haji 1440H ini persiapan sudah dilakukan jauh lebih matang. Tiap tahun diharapkan ada perkembangan peningkatan pelayanan. Sehingga visitasi ini dimaksudkan untuk memastikan pelayanan yang sudah dipersiapkan tersebut benar-benar diaplikasikan.

"Adanya masukan tentu sangat berarti untuk menyempurnakan pelayanan. Paling tidak sebagai bahan evaluasi pada gelombang II jemaah haji yang akan ke Madinah setelah dari Mekkah," sambungnya.

"Untuk evaluasi baru dapat dilakukan setelah jemaah habis. Paling dekat evaluasi sangat dibutuhkan untuk melayani jemaah gelombang II," sambung mantan Kakanwil Kemenag DIY tersebut.

Sementara itu Kadaker Madinah Akhmad Jauhari menyampaikan gelombang I kedatangan jemaah haji yang mendarat di Madinah sudah berakhir pada Sabtu (20/7). Untuk gelombang II, seluruhnya langsung mendarat di Bandara Jeddah untuk selanjutnya didorong ke Mekkah.

"Jemaah yang masih di Madinah akan menyelesaikan Arbain sebelum didorong ke Mekkah. Akhir pendorongan dijadwalkan pada 28 Juli," jelasnya.

Sementara itu, jemaah haji gelombang II yang mendarat di Jedaah sudah diminta mengenakan ihram sejak dari embarkasi. Mereka akan melakukan niat ihram dengan mengambil miqat saat pesawat yang ditumpangi melewati area Ya Lam Lam yang jaraknya sekitar 20 menit sebelum pendaratan.

Untuk jemaah haii Indonesia yang sudah berada di Tanah Suci sendiri baik di Mekkah maupun Madinah sudah hampir mencapai 100 ribu orang. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat masih ada lebih separo jemaah haji yang menunggu diberangkatkan dari 13 embarkasi di tanah air.

Selain itu berdasar data, sudah 9 jemaah haji Indonesia yang meninggal di tanah suci. Salah satunya Supardjo Rata Ilyas asal Kloter 41 JKS yang meningga di dalam pesawat, Sabtu (20/7) sebelum mendarat di Bandara Jeddah. (Feb)

 

 

BERITA REKOMENDASI