Peluang Indonesia, Konferensi Blockchain INDO 2018 Jadi Gerbangnya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Volume ekonomi digital Indonesia akan mencapai kira-kira 130 miliar USD pada tahun 2020, berdasarkan perkiraan tersebut maka Indonesia akan menjadi salah satu negara termaju di bidang pengembangan teknologi digital di Asia Tenggara yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia pada minggu lalu. Teknologi baru, blockchain dan transformasi di bidang IT akan mengambil peranan penting dari proses ini. Oleh karena itu konferensi Blockchain INDO yang akan diselenggarakan di Hotel Kempinski, Jakarta pada tanggal 11-12 Mei, akan sangat relevan dan menjanjikan.

Selain dari pemain uang digital, acara ini akan dihadiri oleh pemain bisnis digital, start-up IT, pembuat aplikasi Internet, pakar digital marketers dan perusahaan Fintech.

Lebih dari 40 pembicara dari semua pelosok dunia, termasuk AS, Jerman, Rusia, Jepang, Swiss, Cina, dan negara lainnya akan mempresentasikan pengalamannya di bidang blockchain. Pembicara terkemuka yang telah memastikan keikutsertaannya, diantaranya adalah: Gebhard Scherrer (co-founder DATUM), Ville Oehman (dana investasi terdaftar Otoritas Moneter Singapura), Matthew J. Martin (CEO Blossom Finance), Robert Ryu (Korean company crypto-fund) dan Dr Zaharuddin A.R (ICO syariah Malaysia).

Dalam 3 tahun ke depan, sebanyak 8 juta pengusaha kecil dan menengah akan menggunakan teknologi digital, dimana untuk saat ini teknologi tersebut baru digunakan oleh 9% pengusaha.

Dalam 2 tahun ke depan direncanakan akan berdiri 1000 perusahaan IT muda di Indonesia, dengan nilai keseluruhan mencapai lebih dari 10 miliar USD. Untuk mewujudkan hal ini maka 200 start-up baru harus diluncurkan setiap tahunnya. Sebagai salah satu contoh sukses adalah perusahaan  Go-Jek yang merupakan salah satu proyek start-up pertama di Indonesia, sekarang nilainya mencapai 3.1 miliar USD.

Dalam Konferensi Blockchain INDO, perhatian khusus akan diberikan kepada para bisnis Start-up melalui sesi presentasi proyek ICO yang sangat menjanjikan dan tidak boleh dilewatkan.

“Pada kesempatan ini pembuat proyek akan mengajukan ide menarik berbasis teknologi blockchain, fintech atau IT. Akan banyak sekali proyek dengan prospek yang sangat menjanjikan! Berkat acara seperti ini, tim start-up akan dapat menemukan investor dan dukungan. Inilah kesempatan terbaik untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan investasi dan modal ventura,” ujar penyelenggara konferensi Blockchain INDO, Nikolay Volosyankov.(*)

BERITA REKOMENDASI