Pemerintah Arab Saudi Menyatakan KKHI Siap Memberikan Pelayanan Kesehatan

Editor: Agus Sigit

MAKKAH, KRJOGJA.com – Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatan Arab Saudi Provinsi Makkah menyatakan bahwa Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan pos kesehatan sektor Makkah siap memberikan pelayanan kesehatan selama musim operasional haji 1443 H.
Hal ini dibuktikan dengan terbitnya surat izin (tasrih) klinik untuk KKHI dan lima pos kesehatan sektor Makkah.
“Alhamdulillah Tasrih sudah kita terima, dan dinyatakan bahwa KKHI dan pos kesehatan sektor layak untuk memberikan pelayanan kesehatan” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Imran dalam rilisnya Sabtu  (2/7).
Untuk memperoleh tasrih klinik, ada tiga tahapan yang harus dilalui. Tahapan pertama, KKHI harus mendapatkan tasrih iskan, yaitu penerbitan izin gedung yang dikeluarkan oleh kantor baladiah (walikota) provinsi Makkah.
“Proses pengurusan tasrih iskan sudah kita lakukan sejak di indonesia, sebelum masa operasional haji dimulai” ujar Salman M Idris, tim Surveilans KKHI Makkah.
Tasrih iskan berlaku selama satu tahun, dan harus diperbaharui setiap tahunnya.
Ada lima aspek yang harus dipenuhi untuk  diterbitkannya tasrih iskan. Pertama fungsi dan keamanan lift, kedua sistem alarm dan pemadam kebakaran gedung, dan ketiga back up power generator sebagai antisipasi padamnya listrik. Keempat sanitasi dan ketersediaan air, ternasuk kebersihan tangki air. Dan yang terakhir adanya CCTV atau kamera pengawas di semua titik strategis yang langsung terintegrasi dengan sistem monitoring di kantor polisi arab saudi.
“Setelah lima hal ini diurus dan memenuhi syarat, terbitlah tasrih iskan” ujar Salman.
Proses selanjutnya adalah terpenuhinya dokumen yang berisi informasi ketersediaan layanan kesehatan termasuk detail Sumber Daya Manusia beserta dengan tugas fungsinya, rincian jenis dan kuantitas obat-obatan dan alat kesehatan yang dibawa, serta ruang dan jenis pelayanan, mulai dari IGD, ruang rawat, dan sebagainya.
Tahapan ketiga adalah pengelolaan limbah medis yang bekerjasama dengan perusahaan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Sambil dilakukannya proses pengurusan tasrih klinik, proses pelayanan kesehatan di KKHI dan pos kesehatan terus berjalan, tidak mengganggu pelayanan yang sedang berjalan.
Dalam proses penerbitan tasrih, dilakukan setidaknya 2 kali survey dan proses penilaian oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi ke KKHI dan satu kali ke pos-pos kesehatan kektor Makkah.
“Alhamdulillah tasrih klinik juga sudah kita terima, dan berlaku selama masa operasional haji tahun ini” ucap dr. Imran.(ati)

BERITA REKOMENDASI