Pemerintah Bangladesh Tutup Kamp Rohingya

Editor: Ivan Aditya

BANGLADESH, KRJOGJA.com – Pemerintah Bangladesh akan menutup kamp pengungsian yang berisi sejuta muslim Rohingya selama tiga hari seiring pelaksanaan pemilihan umum yang akan digelar pekan ini. Akibat hal tersebut, maka masyarakat Rohingya yang tinggal di distrik Cox's Bazar yang terletak di Bangladesh tenggara tidak boleh keluar dari pengungsiannya.

Bangladesh akan menyelenggarakan pemilu pada 30 Desember mendatang, di mana Perdana Menteri petahana, Sheikh Hashina mengincar periode keempatnya. Sebelumnya, Hashina belakangan mendapat pujian dari komunitas internasional lantaran mau menerima pengungsi dari tindakan militer di Myanmar.

Komisioner Pengungsi Bangladesh Mohammad Abul Kalam mengatakan, komisi pemilihan umum Bangladesh sebelumnya meminta pemerintah Cox's Bazar untuk mencegah pengungsi dijadikan 'alat' selama masa kampanye.

"Ini untuk kepentingan keamanan. Embargo ini juga berlaku untuk pekerja Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka tidak bisa masuk ke kamp kecuali ada hal-hal darurat," kata Abul.

Polisi juga mengatakan akan menambah barikade yang akan dipasang sekeliling kamp. Selain itu, sebanyak 450 aparat kepolisian akan diterjunkan di sekeliling kamp berbaregan dengan petugas perbatasan dan polisi setempat. (*)

BERITA REKOMENDASI