Pemerintah Jepang Ajukan Belanja Rp 13.625 T

Editor: Ivan Aditya

JEPANG, KRJOGJA.com – Pemerintah Jepang berencana mengajukan anggaran belanja pada tahun depan mencapai 102 triliun yen atau sekitar Rp13.625 triliun. Total belanja tersebut mencapai lebih dari lima kali rencana belanja pemerintah Indonesia yang mencapai Rp2.440 triliun pada 2019.

Anggaran belanja pemerintah tersebut merupakan yang tertinggi, di tengah meningkatnya populasi penduduk usia tua (aging population) dan tantangan di bidang pertahanan dari China dan Korea Utara. Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pihaknya hingga kini masih memproses besaran anggaran yang pasti untuk tahun fiskal baru yang akan dimulai di April.

Kenaikan belanja terutama bakal dikucurkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi permintaan kenaikan anggaran Kementerian Pertahanan. "Peningkatan pada belanja kesejahteraan atau sosial adalah faktor utama kenaikan anggaran di tahun depan. Kami juga harus mengakomodasi Kementerian Pertahanan. Terdapat sejumlah item anggaran yang perlu kami sesuaikan seiring kenaikan pajak penjualan," ujar Aso.

Ada kemungkinan anggaran pemerintah Jepang bakal lebih kecil dari pengajuan awal tersebut. Kendati demikian, pemangkasan anggaran tak akan meredakan kekhawatiran terhadap beban utang, yang saat ini mencapai dua kali Produk Domestik Bruto (PDB) mereka dan merupakan yang tertinggi di dunia.

Sebagai perbandingan, beban utang Amerika Serikat (AS) saat ini mencapai 125 persen dari PDB, berdasarkan data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan (OECD). Peningkatan jumlah penduduk usia tua di negara tersebut telah memberikan tekanan pada belanja kesehatan dan sosial dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Jepang kini telah mengambil langkah-langkah guna memangkas sebagian pengeluaran tersebut. Namun, meningkatnya jumlah penduduk usia tua yang kian cepat membuat upaya tersebut tak berdampak pada keseluruhan belanja sosial yang terus meningkat. (*)

BERITA REKOMENDASI