Pemerintah Komitmen Beri Kenyamanan Bagi Jemaah Haji

MAKKAH, KRJOGJA.com – Kenyamanan dalam hal transportasi, akomodasi hingga katering bagi jemaah haji menjadi prioritas yang dilakukan pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019. Hal itu yang ingin diketahui langsung Amirul Hajj yang juga Menag Lukman Hakim Saifuddin saat berkunjung ke hotel jemaah Indonesia, Kamis (1/8/2019) sore.

"Saya bersyukur jemaah merasa nyaman. Misalnya saja makanan yang dibagikan secara umum tidak ada keluhan. Bahkan mereka merasa cukup sesuai dengan selera mereka. Jumlahnya juga cukup memadai, kamarnya cukup nyaman. Saya juga melihat musala tempat salat, melakukan bimbingan ibadah haji juga cukup memadai," urai Lukman kepada tim MCH 2019 sela kunjungan.

Menurutnya sejauh ini hotel yang dipilih tim perumahan haji untuk menempatkan jemaah relatif baik. Begitupun dengan petugas kloter, dokter dan para medisnya merasa obat-obatan cukup dan keluhan jemaah masih dalam batas toleransi.

"Artinya jamaah tetap komplit tidak ada yang dirawat di klinik kesehatan dan itu artinya penanganan kesehatan masih bisa tercover dokter dan paramedis yang menyertai kloter," sebutnya.

Menurut Lukman, sejak awal pemerintah memiliki komitmen hotel yang disewa harus tidak boleh lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya. Minimal setara bintang 3 atau bahkan ada sebagian bintang 4 dan bintang 5.

Lukman juga menyebut sejauh ini memang makan yang didistribusikan kepada jamaah untuk makan siang dan makan malam. Sementara makan pagi disiapkan roti dengan perlengkapan untuk membuat teh dan kopi selama di Makkah.

"Ada masukan dari jemaah bagaimana kalau makan sehari tiga kali. Tentu akan menjadi perhatian kami. Tapi problemnya pada distribusi. Untuk menu roti didistribusikan pada saat makan malam. Kalau harus ada makan pagi, berarti setiap perusahaan katering harus mendistribusikan tiga kali dalam sehari. Tidak mudah mengingat kondisi kota Makkah sangat padat khususnya jelang wukuf. Tapi ini jadi masukan yang harus dipertimbangkan," urainya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI