Pemerintah Saudi Bantah Negara Sedang Krisis

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Menteri Luar Arab Saudi Ibrahim al-Assaf menyangkal negaranya dalam krisis setelah menerima sorotan tajam dunia internasional terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Turki. Khashoggi merupakan wartawan pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS).

Assaf sendiri baru saja dilantik menjadi Menteri Luar Negeri Arab Saud menggantikan Adel al Jubeir. Assaf sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Perombakan jajaran Kabinet Arab Saudi itu cukup mengejutkan. Beberapa pihak menilai reshuffle ini ditujukan untuk memperkuat posisi dan kebijakan Pangeran MbS setelah Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) menyimpulkan bahwa Pangeran MbS yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

Menyanggah segala tudingan tersebut, Assaf menegaskan restrukturisasi kabinet bukan dimotivasi oleh kasus Khasogi, namun untuk efisiensi pemerintahan. "Secara keseluruhan, kami tidak akan melalui krisis, kami akan melalui transformasi," kata Assaf.

Assaf mewarisi posisi Menteri Luar Negeri di tengah berbagai kebijakan luar negeri agresif Pangeran MbS. Selain kasus Khasogi, Pangeran MbS menjadi sorotan akibat hubungan diplomatik yang memanas dengan Qatar, kampanye militer di Yaman, dan pertikaian diplomatik antara Arab Saudi dan Kanada.

Kasus pembunuhan Khasogi sendiri mengancam hubungan sekutu antara Arab Saudi dan Amerika Serikat. Kendati demikian, Assaf menyatakan tantangannya sebagai Menteri Luar Negeri Arab Saudi yang baru bukanlah memperbaiki reputasi kerajaan yang ternoda. (*)

BERITA REKOMENDASI