Pemerintah Tetap Bukan KBRI Suriah

Editor: Ivan Aditya

SURIAH, KRJOGJA.com – Kementerian Luar Negeri RI mengatakan kedutaan besarnya untuk Suriah di Damaskus akan tetap beroperasi meski lokasi kantor perwakilan pemerintah Indonesia itu sangat dekat dengan pusat konflik antara pasukan Presiden Bashar Al-Assad dan pemberontak di Ghouta Timur.

"Saat ini dengan penyerangan di Ghouta Timur kami terus keep an eye close ke KBRI Damaskus sebab lokasi gempuran sangat dekat dengan KBRI. Tapi KBRI sampai saat ini masih tetap akan beroperasi di sana," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal.

Iqbal tak merinci berapa jarak pasti antara lokasi KBRI Damaskus dan pusat konflik di Ghouta. Namun, dia tak menutup kemungkinan bahwa gempuran pasukan Suriah di wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak akan meluas bahkan mendekati Ibu Kota Damaskus.

Karena itu Iqbal mengatakan KBRI Damaskus telah memiliki rencana evakuasi staf kedutaan untuk mengantisipasi keadaan terburuk. Semua keputusan evakuasi, paparnya, berada sepenuhnya di KBRI Damaskus yang berisikan lima diplomat dan sejumlah staf lokal warga Indonesia.

"Di sini kami terus memantau keadaan KBRI Damaskus. Tapi, keputusan evakuasi ada di tangan KBRI sendiri. Mereka sudah punya rencana kontigensi untuk tentutkan parameter keadaan sudah masuk bahaya atau bagaimana," kata Iqbal.

Dia mengatakan salah satu alasan KBRI masih tetap beroperasi di wilayah konflik itu adalah karena masih ada WNI di sana. Hingga kini, paparnya evakuasi WNI dari Suriah secara teknis juga masih dilakukan. (*)

BERITA REKOMENDASI