Pemerintah Turki Terapkan Sistem Pengamanan Terbuka

JAKARTA (KRjogja.com) – Telefon seluler adalah barang murah di Indonesia. Konter-konter pulsa menjamur dan setiap konsumen bebas memiliki berapa pun nomor telefon yang diinginkannya. Namun berbeda cerita jika kita tinggal di Turki. 

Rupa-rupanya, di negara Republik Parlementer ini, warganya hanya dizinkan memiliki satu nomor telefon saja. Itu pun harus terdaftar dengan data yang valid. Sangat mustahil untuk bisa memiliki lebih dari satu nomor Turki, mengingat tentunya setiap orang hanya punya satu identitas diri.

Kalau di sini kan gampang sekali punya nomor HP, tinggal ke konter depan itu beli kartu. Daftar pakai nama asal saja sudah bisa aktifin. Kalau di Turki enggak bisa. Satu orang cuma bisa satu (sim card)," terang Azwir Nazar, mahasiswa S-3 Ilmu Komunikasi Sosial di Universitas Hacettepe, Ankara dalam wawancara khusus dengan Okezone, Sabtu (10/9/2016). Dengan penerapan sistem semacam ini, pemerintah bermaksud memudahkan akses spionase. 

Mungkin terdengar seperti tidak menghargai privasi, tetapi konsep penyadapan informasi dalam benak pemerintah Turki di sini berbeda. Seperti banyak diberitakan, letak Turki yang dikelilingi negara Timur Tengah yang rawan konflik membuat negara Eurasia ini harus pandai-pandai menjaga stabilitas keamanan wilayahnya, baik di dalam maupun di luar negeri. 

Bagi Turki yang pernah menjadi suatu negara terbesar di dunia, Utsmaniyah Ottoman, posisinya sangat rawan diterpa pemberontakan sana sini. Sebut saja adanya etnis Kurdi yang tak pernah berhenti mengangkat senjata dan menjadi oposisi. Belum terhitung perpecahan politik ekstrem di dalam negerinya, yang bukan mustahil mendorong para pengikutnya terlibat kontak senjata. (*)

BERITA REKOMENDASI