Pemerintahan Baru Thailand Dinilai Rapuh

Editor: Ivan Aditya

BANGKOK (KRjogja.com) – Pelantikan raja baru di Thailand ternyata tak mengakhiri kekhawatiran sejumlah kalangan terkait masa depan negeri gajah putih tersebut. Setelah Putra Mahkota Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun (64) dilantik sebagai Raja Thailand, muncul kekhawatiran, raja baru Thailand yang lama menetap di luar negeri itu, akan kesulitan menghadapi pemerintahan junta.

Kendati pemerintahan militer saat ini kompak mendukung Vajiralongkorn, situasi politik di Thailand sendiri saat ini tak stabil. Dikhawatirkan, raja baru justru diperalat militer untuk mendukung rezim dan konstitusi yang menguntukan junta.

Selain itu, kekhawatiran lainnya, banyak politisi oposisi saat ini sangat kecewa dengan sikap junta yang sewenang-wenang menjatuhkan pemerintahan sah Yingluck Shinawatra. Raja sebelumnya berhasil memebuat konflik yang ada antara junta dan oposisi tak mengeskalasi. Namun, raja baru dikhawatirkan tak mampu melakukan hal serupa seperti yang dilakukan ayahandanya.

Sosok raja sebelumnya, Raja Bhumibol, selama tujuh dekade pergantian kekuasaan di Thailand, berhasil menjadi pemersatu rakyat setempat. Pemerintahan militer sejak merebut kekuasaan dari Yingluck Shinawatra, telah berjanji tak akan memerintah selamanya. Otoritas militer Thailand mengatakan bahwa pihaknnya akan menggelar pemilihan umum pada tahun 2017. Jika junta tak menepati janji, maka akan muncul konflik baru yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan serta ekonomi negara tersebut.

Selama ini ekonomi terbesar kedua di ASEAN setelah Singapura tersebut mengalami sejumlah kemunduran akibat seringnya negara tersebut dilanda kudeta. Saat ini, pemerintah junta sejak merebut kekuasaan dari Yingluck pada 2014, masih belum berhasil memulihkan ekonomi Thailand seperti di era sebelumnya.

Seperti diketahui, Thailand punya hukum khusus lese majeste yang melarang siapapun mengkritik monarki. Jika ada yang berani melakukan itu, maka yang bersangkutan akan dihukum penjara hingga 15 tahun. Sudah banyak korban yang dipenjara akibat melanggar lese majeste. (*)

BERITA REKOMENDASI