Pemerintahan Israel Gagal Terbentuk

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Parlemen Israel (Knesset) memutuskan membubarkan diri setelah tenggat yang diberikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pesaingnya, Benny Gantz, untuk membentuk pemerintahan gagal dipenuhi. Alhasil, mereka kini masuk ke dalam krisis politik dan harus menggelar pemilihan umum untuk ketiga kalinya.

Kini partai politik di Israel kembali diberi waktu selama tiga bulan untuk berkampanye sebelum menggelar pemilihan umum. Gantz dan Netanyahu juga gagal membentuk pemerintahan bersama usai pemilu 17 September lalu.

Netanyahu yang diusung Partai Likud menetapkan syarat siap membentuk pemerintahan bersama Gantz asalkan dia tetap menjabat sebagai perdana menteri. Namun, Gantz yang memimpin Partai Biru Putih menolak syarat itu.

Apalagi, Netanyahu juga mencoba mempertahankan jabatannya meski dibelit sejumlah kasus korupsi. Dalam aturan hukum Israel, perdana menteri tidak diwajibkan mundur meski dibelit sangkaan tindak kriminal.

"Yang seharusnya kita merayakan demokrasi malah berubah menjadi momen memalukan bagi gedung ini. Hanya ada tiga alasan terkait pemilu, suap, kecurangan dan penyalahgunaan wewenang," kata Ketua Partai Biru Putih, Yair Lapid.

Netanyahu dijerat dengan dugaan menerima suap dan menyalahgunakan kekuasaan oleh kepolisian dan kejaksaan. Namun, karena parlemen sudah dibubarkan, maka Netanyahu bisa mengajukan permohonan kekebalan hukum. Karena Netanyahu mengajukan permohonan kekebalan hukum, maka proses persidangannya sementara ditunda. (*)

BERITA REKOMENDASI