Pemilu di Tiga Negara Ini Bisa Pengaruhi ASEAN

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sejumlah negara di Asia Tenggara akan menggelar pemilihan umum pada 2018, yakni Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Pemilihan umum tersebut dianggap dapat mempengaruhi Asosiasi Negara Asia Tenggara, ASEAN.

Kepala Program Studi ASEAN di The Habibie Center, A. Ibrahim Almuttaqi mengatakan, pemilihan umum dapat menghasilkan perubahan kepemimpinan di ketiga negara tersebut. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi komitmen negara-negara itu terhadap ASEAN.

"Di satu sisi, bagus untuk kontinuitas. Di sisi lain, akan ada ketidakpastian kalau oposisi berkuasa. Belum tentu mereka punya komitmen yang sama terhadap ASEAN," ujar Almuttaqi dalam Diskusi Talking ASEAN di Habibie Center, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Ia mencontohkan, salah satu kandidat yang maju dalam pemilihan di Malaysia adalah Doktor Mahathir Mohammad. Pria berusia 93 tahun itu pernah dianggap sebagai musuh mengingat catatan buruk dalam hal demokrasi dan hak asasi manusia yang diperjuangkan ASEAN.

"Contoh lain adalah Kamboja di bawah Perdana Menteri Hun Sen. Oposisi di sana cukup sulit. Hun Sen hampir pasti menang lagi. Sementara Thailand pemilihan dijadwalkan November tetapi bisa mundur. Thailand calon ketua ASEAN berikutnya. Akan menjadi problem ketika Thailand naik tahun depan," imbuh Ibrahim Almuttaqi.

Pendapat senada diungkapkan Kepala Pusat Sumber Daya Miriam Budiarjo (MBRC) Universitas Indonesia, Evi Fitriani. Ia mengatakan, pemimpin suatu negara sangat penting karena bisa mempengaruhi jalannya ASEAN. "Pemimpin-pemimpin yang baru di negara tersebut harus dapat berkomitmen terhadap ASEAN,” ujar Evi Fitriani. (*)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI