Pemindahan Kedutaan Hak Guatemala

Editor: Ivan Aditya

GUATEMELA, KRJOGJA.com – Menteri Luar Negeri Guatemala Sandra Jovel membela keputusan Presiden Jimmy Morales untuk memindahkan kedutaannya di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah yang mengikuti keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel itu diambil setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Ini adalah kebijakan luar negeri dan keputusan Guatemala yang berdaulat. Kami terbuka untuk berdialog dengan negara-negara, tapi saya yakin hal ini tidak akan menciptakan masalah dengan negara lain," kata Jovel.

Morales mengumumkan pemindahan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem, meski Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pekan lalu mengecam langkah sepihak Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.  Guatemala adalah salah satu dari sembilan negara yang memberikan suara menolak dalam Sidang Darurat Khusus soal resolusi itu, Kamis (21/12/2017) lalu.

Pernyataan Morales menjadikan Guatemala sebagai negara pertama yang mengikuti langkah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Selain Guatemala, Honduras juga menyatakan bakal menyusul. Juga Togo, Paraguay, Rumania, dan Slovakia. Netanyahu mengklaim sekitar 10 negara bakal memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. (*)

BERITA REKOMENDASI