Penentu Kesepakatan Dagang Amerika – China Ditetukan Awal Maret

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China disebut harus mencapai kesepakatan pada 1 Maret mendatang. Tanpa kesepakatan, AS dipartikan mengenakan tarif baru terhadap produk China.

"Sejauh yang saya tahu itu adalah tenggat waktu yang sulit. Ketika saya berbicara dengan presiden AS, dia tidak berbicara kemungkinan kesepakatan Maret," ujar Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer pada acara CBS ‘Face the Nation’.

Di Argentina akhir pekan lalu, Trump dan Presiden China Xi Jinping menyetujui gencatan senjata yang menunda kenaikan tarif AS yang direncanakan pada 1 Januari hingga 25 persen dari 10 persen pada barang-barang Tiongkok senilai US$ 200 miliar saat mereka menegosiasikan kesepakatan perdagangan selama 90 hari.

Namun, penangkapan seorang eksekutif puncak di Huawei Technologies Co Ltd China telah mengguncang pasar global di tengah kekhawatiran bahwa kejadian itu bisa semakin mengobarkan perang dagang antara AS dan China. Di Beijing pada Minggu, kementerian luar negeri China memprotes penangkapan itu kepada duta besar AS.

Dalam serangkaian penampilan pada acara bincang-bincang Minggu (09/12/2018), Lighthizer, penasihat ekonomi Larry Kudlow, dan penasihat perdagangan Peter Navarro bersikeras pembicaraan perdagangan dengan China tidak akan tergelincir oleh penangkapan, yang mereka anggap semata-mata masalah penegakan hukum.

Pasar ekuitas AS telah mempertaruhkan banyak dari hasil pembicaraan kedua negara adidaya tersebut. Saham-saham naik di awal minggu karena ada optimisme ketegangan mereda, kemudian anjlok setelah Trump menyebut siap-siap mengenakan tarif jika kesepakatan gagal. (*)

BERITA REKOMENDASI