Pengalaman Muhammadiyah Tangani Bencana Sampai PBB

Editor: Ivan Aditya

GENEVA, KRJOGJA.com – Wakil Ketua sebutan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Dr Rahmawati Husein menyampaikan pengalaman organisasi Islam modern tersebut  dalam menanggapi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi. Sehingga para aktor internasional dapat mengenali, memperkuat, dan melengkapi kapasitas pelaku di tingkat lokal dengan lebih baik serta menjelaskan investasi kapasitas apa yang paling bermanfaat untuk menjawab kesenjangan yang ada.

Pengalaman Muhammmadiyah tersebut disampaikan Rahmawati dalam Panel Tingkat Tinggi Persyarikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan Kemanusian, Rabu (26/6). Panel dengan tema  khusus ‘Penguatan Aksi Kemanusian: Langkah ke depan untuk meningkatkan pelokalan dan pelibatan masyarakat untuk respon yang lebih inklusif dan efektif’.

Mengenakan seragama Aisyiyah (perempuan Muhammadiyah), Rahmawati merupakan satu-satunya wakil Asia dalam Panel Tingkat Tinggi yang  dihadiri 191 peserta perwakilan negara-negara anggota PBB, badan-badan PBB,  Lembaga/Organisasi Kemanusiaan International, serta lembaga donor. Tiga panelis lain berasal dari Kolombia, Liberia dan Uganda.

Rahmawati yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam  kesempatan tersebut Rahmawati menyampaikan jika organisasi international mau berubah dan memiliki perpektif yang baru dalam memberikan bantuan kemanusiaan, hendaknya melihat mekanisme yang dipakai di negara tujuan. “Sehingga tidak asal datang tanpa memahami arsitektur kemanusian,” ujar Anggota Tim Pengarah BNPB Pusat.

Di samping itu organisasi internasional perlu bekerjas ama dengan organisasi lokal secara sejajar. “Sehingga ketika membantu tidak mengarahkan sesuai keinginan atau praktik seperti yang mereka biasa lakukan,” tandas Rahmawati. Para pelaku Internasional tersebut perlu mencari tahu pemain lokal, memahami cara kerja organisasi lokal dan mendukung upaya yang dilakukan bukan malah sebaliknya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI