Pengaruh Xi Jinping Semakin Kuat

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Rapat parlemen China dibuka pada Senin (05/03/2018) dengan agenda utama mengubah konstitusi guna memperbesar kekuasaan Presiden Xi Jinping dan menghapus batas masa jabatannya hingga ia dimungkinkan berkuasa seumur hidup.

Wacana perluasan wewenang presiden diinisiasi oleh Partai Komunis China (NPC) yang menginginkan batas dua periode masa jabatan presiden ditiadakan. Jika disahkan, amandemen ini memungkinkan Xi menjadi presiden sekaligus pemimpin Partai Komunis dan panglima militer hingga lebih dari 2023.

Sebanyak 3.000 anggota delegasi dari seluruh China berkumpul di Aula Besar Rakyat dalam Kongres Nasional Rakyat China yang akan berlangsung selama dua pekan. Pertemuan diawali penyampaian laporan kerja pemerintah oleh Perdana Menteri Li Keqiang. "Saya mendukung Xi Jinping. Saya mendukung perubahan konstitusi," ucap Zhou Feng.

Meski sebagian besar mendukung amandemen tersebut, beberapa legislator menolak berkomentar soal perubahan konstitusi itu. Para pengamat khawatir penghapusan batas masa jabatan bisa memicu ketidakstabilan dan kekacauan politik seperti pada pemerintahan Mao Zedong, yang berkuasa 1949-1976.

Namun, juru bicara Partai Komunis China, Zhang Yesui, menampik kekhawatiran tersebut dengan mengatakan bahwa amandemen diperlukan untuk menyelaraskan kepemimpinan presiden, ketua partai, dan kepala angkatan bersenjata negara. (*)

BERITA REKOMENDASI