Penggila Soda, Trump Bakal Jalani Pemeriksaan Medis

WASHINGTON, KRJOGJA.com – Kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump sempat menjadi perhatian beberapa hari lalu. Politikus Partai Republik itu dikabarkan akan segera menjalani pemeriksaan medis pada awal 2018 karena mengalami gejala yang mirip dengan kelu lidah.

Di waktu hampir bersamaan, harian New York Times menerbitkan artikel bahwa sang presiden tengah menjalani diet minuman bersoda. Donald Trump dilaporkan mengonsumsi 12 kaleng minuman bersoda merk Diet Coke setiap hari yang sama sekali tidak mengandung kalori dan gula.

Melansir dari Straits Times, Rabu (13/12/2017), Presiden Trump dirumorkan memiliki tombol tertentu agar staf bagian rumah tangga Gedung Putih bisa membawakan satu kaleng. Hal itu dilakukannya selama 12 kali hampir setiap hari.

Jumlah kalori dan gula yang dikonsumsi Trump tersebut cukup tinggi. Sebab, satu kaleng minuman soda mengandung 140 kalori dan 39 gram gula. Dengan demikian, pria berusia 71 tahun itu terhindar dari kadar 1.680 kalori dan 468 gram gula setiap harinya.

Namun, efek dari mengonsumsi minuman soda tersebut masih diperdebatkan oleh para ahli. Beberapa studi menyebutkan adanya bahaya kesehatan dalam jangka panjang. Meski demikian, penelitian dari efek pemanis buatan di soda diet hingga saat ini belum dapat disimpulkan.

Menurut Jurnal Akademi Nutrisi dan Diet Amerika, hampir setengah jumlah orang dewasa dan seperempat anak-anak di Negeri Paman Sam mengonsumsi pemanis buatan setiap hari. Akan tetapi, belum ada penelitian mengenai efek jangka panjang dari unsur tersebut.

Beberapa praktisi diet menyakini bahwa soda jenis tersebut bagus dalam jangka pendek bagi orang-orang yang menghindari kandungan gula tinggi dari minuman soda biasa, dengan syarat dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Namun, pemanis buatan memiliki bahaya tersendiri.

Pemanis buatan dapat membingungkan otak dan tubuh, membuat konsumen tidak sensitif terhadap gula. Akibatnya, mereka akan mengonsumsi lebih rasa manis tanpa menyadari asupan kalori.

Yang pasti, ada satu konklusi yang disepakati oleh berbagai macam studi, yakni meski soda diet lebih sehat, Anda tidak seharusnya mengonsumsi 12 kaleng dalam satu hari. Konsumsi berlebihan itu dapat berefek buruk seperti terserang penyakit stroke atau demensia, naiknya berat badan, dan konsumsi kafein yang terlalu banyak. (*)

BERITA REKOMENDASI