Perang Lawan China, Duterte Butuh Amerika

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA (KRjogja.com) – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengakui bahwa negaranya membutuhkan Amerika Serikat (AS) untuk melindungi klaim wilayah Laut China Selatan. Menurut Duterte, Filipina untuk saat ini tidak siap untuk perang melawan China terkait sengketa maritim.

Presiden Duterte juga meluruskan komentarnya yang pernah meminta semua pasukan khusus AS hengkang dari Filipina selatan. Menurut Duterte, konteks pernyataannya saat itu adalah menyampaikan keinginan warga Moro atau Muslim di Mindanao yang menuntut pengakuan AS atas pembunuhan brutal yang dilakukan 100 tahun yang lalu.

”Saya tidak pernah mengatakan (pasukan AS) hengkang dari Filipina, setelah semuanya, kita membutuhkan mereka ada di Laut China. Kami tidak memiliki persenjataan,” katanya.

Duterte akui bahwa Filipina tidak akan siap untuk berperang dengan China dalam waktu dekat, dan dia memang tidak menginginkannya. Filipina dan China telah terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan. Dalam gugatannya di Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag, Filipina menang dan klaim dari China tidak diakui, namun pihak negeri Tirai Bambu menolak mengakui keputusan itu. (*)

BERITA REKOMENDASI