Perdana Menteri Australia Sampaikan Permintaan Maaf

Editor: Ivan Aditya

AUSTRALIA, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Australia Scott Morrison meminta maaf atas ucapannya yang menyebut tidak ada perbudakan di negaranya. Ucapan tersebut memancing kemarahan publik dan ia dituduh mengabaikan sejarah kerja paksa di Australia.

Morrison mengatakan, ucapannya tersebut merujuk secara khusus pada fakta bahwa koloni Australia pertama di New South Wales, dibangun tanpa penggunaan tenaga kerja budak secara luas.

“Komentar saya tidak dimaksudkan untuk menyinggung, dan jika itu terjadi, saya sangat menyesal dan meminta maaf,” katanya.

“Saya hanya mencoba menegaskan bahwa Australia, ya, kami memiliki masalah dalam sejarah kami, kami telah mengakui mereka. Saya telah mengakui mereka, dan kami perlu mengatasinya,” ucap dia.

Morrison membuat pernyataan yang memicu kemarahan itu saat wawancara radio pada Kamis. Saat itu ia membahas protes Black Lives Matter di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, serta seruan untuk menghapus patung penjelajah Inggris James Cook, yang kedatangannya di Australia membuka jalan bagi koloni Eropa pertama. (*)

BERITA REKOMENDASI