Perdana Menteri Ethiopia Mengundurkan Diri

ADDIS ABABA, KRJOGJA.com – Perdana Menteri (PM) Ethiopia, Hailemariam Desalegn, mengajukan surat pengunduran diri kepada parlemen. 

Keputusan itu diambil demi memudahkan reformasi setelah negara tersebut diguncang oleh beberapa kali kerusuhan massal. "Kerusuhan dan krisis politik telah menyebabkan banyak korban jiwa serta banyak orang mengungsi,” ujar PM Hailemariam Desalegn dalam pidatonya, mengutip dari Reuters, Kamis (15/2/2018).

Saya memandang pengunduran ini sangat vital akan terjadinya reformasi yang nantinya membawa negara ini kepada demokrasi serta perdamaian yang berkelanjutan,” sambung pria berkacamata itu.

Ratusan orang meninggal dalam sejumlah aksi kekerasan yang dipicu oleh rencana pengembangan kota di Addis Ababa. Kerusuhan pecah serta menyebar dengan cepat pada 2015 dan 2016. Demonstrasi untuk menentang pembatasan hak politik serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pun menjamur.

Hailemariam mengatakan, ia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga partai politik berkuasa, Front Demokratik Revolusi Rakyat Ethiopia (EPRDF) dan parlemen menerima surat pengunduran dirinya serta sudah menunjuk seorang pengganti. (*)

 

BERITA REKOMENDASI