Peringati Hari Lahir Konfusius, Ini Yang Dilakukan Warga Taiwan

Editor: KRjogja/Gus

SEJUMLAH guru teladan, pejabat eksekutif dan legislatif serta para siswa melakukan penghormatan di Kuil Konfusius di Tainan, Taiwan. Penghormatan tersebut sebagai wujud terimakasih terhadap tokoh filsuf legendaris tersebut. Di mana, pesan atau nasehatnya sampai sekarang masih tetap menjadi spirit bagi warga Tionghoa, khususnya yang tinggal di Taiwan.

Begitu pentingnya sosok Konfusius membuat pemerintah Republik Cina (sekarang Taiwan) pada tahun 1931 menjadikan hari kelahirannya sebagai hari guru. Dan Kamis (28/9) kemarin, merupakan hari lahir ke 2657 tahun. Falsafahnya, mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa.

Pengaruh ajarannya terhadap peradaban Tiongkok tidak boleh dianggap enteng, ajarannya telah meluas ke Jepang, Korea dan Vietnam, dan Indonesia, khususnya melalui Konfusianisme, doktrin yang dikembangkan murid-muridnya.

Upacara penghormatan di kuil Tainan, kemarin, dimulai saat matahari mulai terbit, yakni mulai pukul 05.00 pagi waktu setempat. Waktu tersebut sesuai dengan jam Konfusius dilahirkan. Meski dimulai cahaya pagi masih gelap, namun demikian tetap menjadi perhatian para wisatawan dari berbagai negara. Mereka sudah berada di kuil, sejak pukul 04.00 pagi.

Dimulainya upacara ditandai dengan suara tabuhan. Saat itu, pintu gerbang dibuka, ada para guru teladan, pejabat pemerintah dan legislatif secara berbaris memasuki kuil, diikuti barisan siswa SD yang berjumlah 36 anak. Alunan musik tradisional Cina pun menggema di kuil yang didirikan sejak ratusan tahun yang lalu.

Acara penghormatan tersebut didedikasikan untuk Konfosius, dengan mengorbankan sapi, untuk kemudian diberikan sebagai hadiah kepada sang filsuf. Darah dan bulu dari sapi yang dikorbankan kemudian ditanam di depan kuil.

Menurut Lee Ching Shan, pemandu wisata,  bagi warga Tionghoa, khususnya di Taiwan, pengorbanan berupa sapi adalah tertinggi pertama. Sedangkan yang kedua adalah babi dan ketiga kambing. Dalam upacara kemarin, ketiga hewan dipajang di dalam kuil, dengan hewan sapi berada di tengah-tengah diantara babi dan kambing.

“Pemberian hadiah berupa sapi ini, sebagai wujud ungkapan hadiah yang paling besar kepada Konfusius,” ujar Ching San.

Tak hanya sapi, hadiah yang diberikan juga berupa uang. Pertanda pemberian hadiah tersebut dengan membakar uang tersebut di depan kuil.

“Upacara seperti ini di Taiwan sudah dilakukan 30 tahun lalu. Namun dalam 10 tahun terakhir, upaya ini ditiru oleh Cina daratan dengan menggelar upacara serupa di Shandong. Sedang di Taiwan, selain di kuil Tainan, juga menggelar acara serupa di sejumlah kuil di berbagai daerah,” ujar Chin San.

Usai acara, pengunjung dipersilahkan naik ke dalam kuil. Selain melihat berbagai perlengkapan upacaya, juga melihat sapi yang dikorbankan. Para pengunjung kemudian diperbolehkan mengambil bulu sapi di bagian kepala untuk kemudian dijadikan cinderamata. Banyak diantara pengunjung yang rame-rame mengambil bulu. Sebagian yang percaya bulu tersbeut dapat menambah kepintaran.

Kepala Seksi  Bagian Pendidikan Internasional dan Lintas Selat, Kementerian Pendidikan Taiwan, Peters LY Chen mengungkapkan, salah satu alasan hari lahir Komfosius menjadi hari guru karena pesan dan tauladannya. Salah satu pesan agar mendidik tidak boleh membeda-bedakan menjadi spirit dalam pendidikan di Taiwan. Baik kaya maupun tidak mampu tetap harus mendapatkan perhatian. (Jon)

Laporan wartawan Kedaulatan Rakyat, Primaswolo Sudjono dari Taiwan.

BERITA REKOMENDASI