Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Dianggap Sebagai Kesalahan

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJa.com – Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, menyebut upaya diplomatik 2018 untuk pelucutan senjata nuklir Korea Utara merupakan hasil ‘kreasi’ Korea Selatan, dan bukan gagasan Presiden AS, Donald Trump. Pernyataan itu tertuang dalam buku Bolton yang berjudul ‘The Room Where It Happened’ yang akan terbit pekan depan.

Di dalam buku itu, Bolton menulis tentang pertentangan dengan Trump baik selama dan setelah pertemuan puncak pertama dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Singapura pada Juni 2018.

“Seluruh upaya diplomatik adalah ciptaan Korea Selatan. Lebih berkaitan dengan agenda ‘penyatuan’ daripada strategi serius di pihak Kim atau kami (AS),” kata Bolton dalam bukunya.

Bolton juga mengklaim bahwa Trump ‘sangat ingin mengadakan pertemuan dengan harga berapapun’, dan menyatakan Kim telah membuatnya ‘ketagihan’ di KTT Singapura. Bolton juga mencemooh serangkaian keputusan Trump. Ia menyebut keputusan Trump untuk bertemu Kim di Singapura sebagai ‘kesalahan bodoh’.

Selain itu keinginan Trump untuk mengundang Kim ke Gedung Putih ia nilai sebagai ‘potensi bencana yang sangat besar’. (*)

BERITA REKOMENDASI