Perubahan Iklim Picu Anak Penguin Mati Kelaparan di Antartika

ANTARTIKA, KRJOGJA.com – Kehidupan penguin-penguin di Antartika semakin mengenaskan. Ribuan anak penguin kini mengalami kelaparan massal akibat es laut yang sangat tebal. Orangtua mereka terpaksa mencari makan lebih jauh dari tempat tinggal karena banyaknya perairan yang tertutup oleh es.

Sebagaimana diberitakan Asia One, Minggu (15/10/2017), ilmuwan Prancis,yang didukung oleh WWF telah mempelajari sebuah habitat yang berisi 18 ribu pasang penguin Adelie di Antartika Timur. Dari ribuan penguin tersebut, mereka hanya menemukan dua penguin yang masih bertahan saat musim kawin pada awal 2017.

Menurut para ilmuwan, situasi ini berhubungan erat dengan bencana es di laut yang meluas pada akhir musim panas. Dengan keadaan tersebut, penguin dewasa harus menempuh perjalanan yang lebih jauh untuk mencari makanan. Saat mereka mencari makanan, anak-anak penguin harus menunggu hingga kelaparan.

Seorang ilmuwan senior dari lembaga penelitian Dumont D'Urville yang membahas penguin, Yan Ropert-Coudert, mengatakan bahwa keadaan tersebut sebagai dampak perubahan lingkungan. Hal ini terjadi karena perpecahan gletser Mertz.

"Kondisi ini terjadi lebih sering karena terpecahnya gletser Mertz pada 2010. Dampaknya mengubah konfigurasi bentangan laut di depan habitat tersebut," kata Yan. 

Musim depan, tambahnya, kehidupan para penguin kemungkinan lebih baik. Namun, tetap saja semua itu tergantung cuaca. Pasalnya, tak pernah ada yang dapat memprediksi kapan hal buruk terjadi.

Sebagian besar penguin bertahan hidup dengan memakan udang kecil. Penguin Adelie termasuk perenang yang lincah di Antartika Timur. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI