Pidato Trump Tak Mampu Redam Demo

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Pidato Donald Trump yang lembut dan memuji Clinton serta Obama, bahkan akan mempertahankan kebijakan kesehatan Obama dan juga imigrasi, tak lantas membuat warga AS dari kalangan LGBT, kaum hispanik, muslim, dan kelompok lainnya tenang.

Tak ayal, hal tersebut telah memicu demo anti-Trump di sejumlah kota di AS yang masih terjadi sampai saat ini. Mereka khawatir jika Trump kelak merealisasikan janji-janji kampanyenya yang bernuansa xenophobia, bias gender, dan homophobia. Selama kampanye lalu, Trump memainkan isu-isu tersebut selain masalah ekonomi di dalam negeri.

Salah satu pernyataannya yang sangat kontroversial adalah melarang warga hispanik dan muslim masuk ke AS. Kendati belakangan dia telah menjelaskan bahwa yang dilarang adalah imigran gelap, hal itu tetap membuat sejumlah warga khawatir. Apalagi jumlah pendatang gelap di AS sangat besar.

Data Lembaga Penelitian Pew menunjukkan, di AS, saat ini terdapat 11,1 juta imigran gelap, mayoritas adalah warga hispanik. Jumlah itu cukup signifikan karena mencakup 3,5 persen populasi AS.

Para warga migran itu takut jika Trump kelak akan mendeportasi mereka. Pada era Obama, jutaan pendatang gelap itu, yang banyak di antaranya telah hidup di AS selama dua generasi, dijanjikan akan diputihkan.

Kebijakan Partai Demokrat selama ini, siapapun presidennya, mengadopsi kebijakan yang ramah pendatang. Atas nama kemanusiaan, para penguasa Partai Demokrat lebih memprioritaskan sisi kemanusiaan saat memandang masalah pendatang gelap. (*)

BERITA REKOMENDASI