Pilpres Turki, Erdogan Hadapi Ujian Berat

ISTANBUL, KRJOGJA.com – Rakyat Turki memberikan suaranya untuk memilih presiden dan anggota parlemen baru dalam pemilihan pada Minggu. Pemilihan kali ini dinilai oleh banyak pihak sebagai tantangan terberat bagi Presiden Recep Tayyip Erdogan dan partai AKP-nya sejak berkuasa satu setengah dekade lalu.

Pemilihan ini juga akan mengawali masa sistem presidensial baru yang didukung oleh sejumlah kecil mayoritas rakyat Turki pada referendum 2017. Undang-undang baru tersebut dikritik oleh sejumlah pihak, terutama negara-negara Barat sebagai aturan yang akan berdampak negatif pada demokrasi di Turki.

Erdogan yang merupakan salah satu pemimpin paling berpengaruh di Turki dalam beberapa tahun terakhir dalam pemilihan umum ini akan menghadapi calon presiden dari Partai Rakyat Republikan (CPR) yang beraliran sekuler, Muharrem Ince. 

Penampilan Ince selama kampanyenya dipandang telah berhasil menumbuhkan harapan dan menyatukan kubu oposisi yang selama ini terpecah dan melemah. Dalam kampanyenya yang dihadiri sedikitnya satu juta orang di Istanbul pada Sabtu, Ince berjanji untuk mengubah apa yang dia dan partai oposisi lihat sebagai pergeseran ke arah pemerintahan otoriter di bawah kekuasaan Erdogan.

"Jika Erdogan menang, ponsel Anda akan terus didengarkan … Ketakutan akan terus berkuasa … Jika Ince menang, pengadilan akan independen," ujarnya sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (24/5/2018). (*)

BERITA REKOMENDASI