Polisi Afghanistan Iri dengan Gaji Tentara

Editor: Ivan Aditya

AFGHANISTAN, KRJOGJA.com – Polisi Afghanistan yang tidak dipersenjatai dengan baik dan dibayar murah biasanya berada di garis depan melawan militan Taliban. Bulan lalu, sebanyak 90 polisi tewas ketika mempertahankan kota Ghazni yang strategis dari gempuran Taliban. 

Puluhan polisi tewas sejak pertempuran di Ghazni setelah Taliban menyerang kota-kota di Afghanistan utara seperti Sar-e-Pul, Baghlan dan Samangan di provinsi Kunduz. Sementara 15 polisi tewas dalam satu pertempuran minggu lalu.

"Kami berjuang untuk negara kami tetapi kami tidak mendapatkan kesejahtaraan dan kehormatan seperti yang dinikmati oleh tentara," kata polisi Ghazni Mohammad Zaman.

Pernyataan ini menggambarkan kebencian mendalam yang menghalangi koordinasi di antara pasukan keamanan. "Banyak korban tewas di kubu polisi tetapi pemerintah tidak memperhatikan kami. Kami bahkan belum menerima gaji," katanya.

Meski secara umum polisi Afghanistan dibayar lebih rendah dengan perlengkapan lebih minim dibanding tentara, polisi dikerahkan di garis depan untuk melawan kelompok perlawanan. Mereka berjaga-jaga di pos pemeriksaan yang menjadi sasaran serangan. (*)

BERITA REKOMENDASI