Polisi Filipina Tangkap Politikus di Marawi

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Otoritas keamanan Filipina mengklaim, seorang politikus di Kota Marawi ditangkap karena ketahuan mendukung kelompok militan radikal yang saat ini tengah digempur di kota tersebut.

Semenjak 23 Mei 2017, Kota Marawi terus dibayangi suara tembakan serta ledakan. Kala itu, kelompok militan radikal mendadak mengepung dan menyerang Marawi saat militer Filipina hendak menangkap komandan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

Sekira 200 orang dilaporkan tewas akibat penyerangan di Marawi. Fokus militer Filipina saat ini adalah untuk mengambil alih kota tersebut. Namun di tengah baku tembak, otoritas keamanan Filipina juga menyelidiki dugaan adanya dukungan dari politikus setempat serta warga Marawi terhadap kelompok militan radikal di sana.

Mantan Wali Kota Marawi, Fahad Salic, ditangkap dengan tuduhan pemberontakan akibat ia disinyalir mendukung kelompok Maute. Saat ini otoritas keamanan Filipina juga memburu para pendukung kelompok radikal lainnya.

“Ini kombinasi dari sejumlah nama politikus, warga sipil dan anggota kelompok Maute, para pemimpinnya,” ujar pejabat militer Filipina, Jenderal Eduardo Ano.

Selain Fahad Salic, otoritas keamanan Filipina juga menangkap ayah dari pimpinan kelompok Maute, Cayamora Maute, beberapa hari yang lalu. Kelompok Maute dipimpin oleh kakak-adik Abdullah dan Omar Maute. Kelompok yang didirikan pada 2013 ini merupakan simpatisan kelompok teroris ISIS. (*)

BERITA REKOMENDASI