Polisi Israel Kejar Dakwa Netanyahu Kasus Korupsi

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Kepolisian Israel mengusulkan penjatuhan dakwaan atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sang istri, Sara, terkait kasus suap dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Rekomendasi ini merupakan yang ketiga kalinya dikeluarkan polisi terhadap orang nomor satu di Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Polisi mengaku sudah memiliki bukti kuat untuk menuntut Netanyahu terkait suap, penipuan, pelanggaran hukum, serta pelanggaran kepercayaan.

Aparat juga merekomendasikan untuk mendakwa Sara Netanyahu atas tuduhan penyuapan, penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan manipulasi bukti.

Dakwaan ini berpusat pada kasus dugaan suap berupa pemberitaan positif bagi Netanyahu sebagai imbalan karena telah memberikan sejumlah kemudahan regulasi bagi perusahaan telekomunikasi Bezeq.

Jaksa Agung Israel disebut akan memutuskan apakah akan mengeluarkan surat dakwaan terhadap Netanyahu dan sang istri terkait kasus ini dalam waktu dekat.

Skandal korupsi terus menjerat Netanyahu sejak awal 2017 lalu. Dia dituduh terlibat korupsi atas beberapa kasus berbeda. Selain Bezeq, Netanyahu dituduh menerima suap dari perusahaan saham terbesar di negara itu, Shaul Elovitch.

PM Israel ke-12 itu dituding menerapkan kebijakan yang menguntungkan bagi anak perusahaan Elovitch, portal berita Walla, dengan imbalan pemberitaan baik yang bisa mengangkat citranya.

Netanyahu juga diperiksa terkait dugaan keterlibatan pembelian kapal selam Jerman yang kontroversial. Sejauh ini Netanyahu telah diperiksa sebanyak sembilan kali, tapi polisi belum juga menetapkan orang nomor satu itu sebagai tersangka.

Pada Februari lalu kepolisian juga telah merekomendasikan untuk mendakwa Netanyahu atas dua kasus korupsi. Skandal korupsi ini pun memunculkan spekulasi bahwa Netanyahu akan mengundurkan diri sebagai PM setelah menjabat sejak 2009 lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI