Pompa Semangat Prajurit, Duterte Pindah Ke Mindanao

MANILA, KRJOGJA.com – Demi meningkatkan moral tentaranya dalam menumpas kelompok pemberontak dan teroris di Marawi, Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte menyatakan siap menetap di Pulau Mindanao untuk sementara waktu. Ia baru akan ke Ibu Kota Manila jika ada janji penting.

“Saya akan lebih banyak menghabiskan waktu di Mindanao karena masih ada pertempuran. Mulai sekarang dan seterusnya, saya akan mengunjungi brigade untuk mengecek moral mereka, kesiapan, dan segalanya,” tutur Presiden Rodrigo Duterte, seperti dimuat Inquirer, Kamis (29/6/2017).

“Jadi, Anda tidak akan menemukan saya di sini, kecuali ada perjanjian yang penting. Saya akan menghabiskan sebagian besar waktu di Mindanao,” sambung pria berusia 72 tahun itu. Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah Duterte menerima bantuan persenjataan dari China.

Bantuan dari China itu terdiri dari 3.000 pucuk senapan, 90 pucuk senapan untuk penembak jarak jauh, dan hampir 6 juta sabuk peluru. Menurut Kepala Staf Gabungan Militer Filipina, Letnan Jenderal Eduardo Ano, bantuan tersebut akan digunakan untuk menghadapi pertempuran di Marawi.

Bantuan persenjataan tersebut dikirimkan dengan empat pesawat kargo dari China dan mendarat pada Rabu 28 Juni 2017. Di hadapan Duta Besar China Zhao Jianhua, Presiden Duterte mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan persenjataan tersebut.

Mantan Wali Kota Davao City itu sebelumnya sempat menghilang setelah terakhir kali terlihat mengunjungi tentaranya yang bertempur di Marawi pada 12 Juni 2017. Duterte bahkan melewatkan perayaan Hari Kemerdekaan karena kelelahan usai melakukan kunjungan tersebut. Rakyat Filipina sempat cemas akan kesehatannya, tetapi Duterte kembali muncul saat menghadiri perayaan Idul Fitri di Istana Malacanang, Filipina. (*)

BERITA REKOMENDASI