Populasi Warga Beijing dan Shanghai Menurun

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Populasi Beijing dan Shanghai turun untuk pertama kalinya selama 20 tahun terakhir. Dua kota besar di China itu mengalami penurunan populasi pertama sejak 1978.

Menurut data terakhir yang dirilis biro statistik kedua kota itu, populasi Beijing turun 22.000 menjadi 21,7 juta, atau sekitar 0,1 persen. Adapun populasi Shanghai turun 13.700 menjadi 24,18 juta.

Pang Jiangqian, juru bicara Biro Statistik Beijing mengatakan banyak faktor berkontribusi pada penurunan populasi Ibu Kota China tersebut. Termasuk penurunan populasi usia kerja China dan berkurangnya migrasi dari wilayah pedesaan.

"Pada beberapa tahun terakhir, pertumbuhan populasi tahunan China turun sekitar 0,5 persen. Jumlah orang yang bermigrasi ke kota-kota besar juga berkurang. Berlawanan dengan urbanisasi secara nasional, daya tarik kota-kota besar memudar," kata Pang.

Para perencana kota di Beijing dan Shanghai telah lama mengkhawatirkan pemenuhan kebutuhan penduduk yang terus bertambah.

Menurut skema terbaru, Beijing berencana untuk mematok populasi mnejadi hanya 23 juta pada 2020, mengurangi populasi di enam distrik pusat menjadi 15 persen di bawah tingkat 2014. Adapun Shanghai berencana mematok populasinya pada 25 juta pada 2035.

Dua kota besar China lainnya, Guangzhou dan Shenzhen, belum merilis angka populasi untuk 2017. Namun jumlahnya diperkirakan meningkat. (*)

BERITA REKOMENDASI