Presiden Afghanistan Ajak Taliban Berunding

Editor: Ivan Aditya

AFGHANISTAN, KRJOGJA.com – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menawarkan untuk mengakui Taliban sebagai kelompok politik sah, dalam tawaran proses politik yang dia sebut bisa berujung pada perundingan untuk mengakhiri perang 16 tahun di negara tersebut.

Tawaran itu di awal konferensi internasional pembuatan dasar perundingan damai di Kabul. Sinyal ini menjadi yang terbaru di antara serangkaian tanda dari pemerintah sokongan Barat, sementara Taliban di sisi lain pun menyiratkan kemauan lebih besar untuk mempertimbangkan dialog.

Ghani mengajukan gencatan senjata dan pelepasan tahanan sebagai bagian dari sejumlah opsi, termasuk pemilihan umum baru yang melibatkan kelompok bersenjata dan peninjauan ulang konstitusional sebagai bagian perjanjian dengan Taliban. "Kami memberi tawaran ini tanpa syarat untuk mengarah ke kesepakatan damai," kata Ghani.

Komentar itu mewakili perubahan signifikan untuk Ghani, yang di masa lalu terus menyebut Taliban teroris dan pemberontak meski menawarkan perundingan pada sebagian gerakan yang menerima perdamaian. Taliban, yang berperang untuk mengembalikan kepemimpinan Islamis setelah digulingkan Amerika Serikat pada 2001, telah menawarkan perundingan dengan AS meski menolak bicara langsung dengan Kabul.

Belum jelas apakah mereka bakal bersiap mengubah sikap di tengah tekanan internasional yang berkembang saat ini. Walau demikian, Ghani, yang baru-baru ini membantu meluncurkan tahap terbaru pembangunan pipa gas dari Turkmenistan, mengatakan momentum perdamaian berkembang dari negara-negara tetangga yang semakin membutuhkan kestabilan Afghanistan. (*)

BERITA REKOMENDASI